@article{Effendi_Adhitya_2019, title={Pencegahan dan Tata Laksana Aritmia Maligna pada Pasien Infark Miokard Akut}, volume={68}, url={https://mki-ojs.idijawatimur.org/jurnal/article/view/84}, DOI={10.47830/jinma-vol.68.4-2018-84}, abstractNote={&lt;p&gt;&lt;em&gt;Infark Miokard Akut (IMA) dapat menyebabkan gangguan elektrofisiologis yang akan &lt;/em&gt;&lt;em&gt;menimbulkan aritmia. Aritmia yang sering terjadi pada pasien IMA dapat berupa aritmia &lt;/em&gt;&lt;em&gt;ventrikular maligna dalam bentuk Ventrikular Takikardia (VT) ataupun Ventrikular Fibrilasi &lt;/em&gt;&lt;em&gt;(VF). Hal tersebut biasanya disebabkan oleh penanganan yang tidak adekuat. Angka kejadian &lt;/em&gt;&lt;em&gt;VT maupun VF dapat dilihat dari lokasi terjadinya IMA. IMA menyebabkan terjadinya kondisi &lt;/em&gt;&lt;em&gt;hipoksia sel dan asidosis, yang jika dibiarkan akan menyebabkan gangguan elektrofisiologi &lt;/em&gt;&lt;em&gt;karena terjadi perubahan potensial istirahat menjadi -60mV dan juga penurunan kecepatan &lt;/em&gt;&lt;em&gt;konduksi. Perubahan elektrofisiologi tersebut akan menyebabkan proses &lt;/em&gt;re-entry &lt;em&gt;pada daerah &lt;/em&gt;&lt;em&gt;iskemi. Ada beberapa prediktor yang dapat memprediksi terjadinya aritmia ventrikel pada &lt;/em&gt;&lt;em&gt;IMA. Prediktor-prediktor tersebut dapat membuat kita sebagai dokter untuk mempersiapkan &lt;/em&gt;&lt;em&gt;diri dan memberikan tatalaksana yang tepat dan adekuat pada pasien sedini mungkin.&lt;/em&gt;&lt;/p&#38;gt;}, number={4}, journal={Majalah Kedokteran Indonesia}, author={Effendi and Adhitya}, year={2019}, month={Okt}, pages={186-189} }