@article{Nusdwinuringtyas_2019, title={Nilai Acuan Jarak Tempuh Uji Jalan Menit pada Populasi (Mongoloid)}, volume={68}, url={https://mki-ojs.idijawatimur.org/jurnal/article/view/48}, DOI={10.47830/jinma-vol.68.8-2018-48}, abstractNote={&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pendahuluan:&lt;/strong&gt; Uji jalan 6-menit (6-Minute Walk test, 6MWT) merupakan uji yang &lt;/em&gt;&lt;em&gt;direkomendasikan sebagai uji yang reliabel dan valid untuk mengukurkapasitas fungsional&lt;/em&gt;&lt;em&gt;orang dewasa dengan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). American Thoracic Society (ATS) &lt;/em&gt;&lt;em&gt;menyatakan belum ada standar global untuk menginterpretasikan jarak tempuhhasil 6 MWT &lt;/em&gt;&lt;em&gt;sebagai status fungsional pada sekali pengukuran, yang kemungkinan disebabkan oleh perbedaan &lt;/em&gt;&lt;em&gt;populasi dan metode 6MWT yang digunakan di penelitian-penelitian sebelumnya. Cut off point &lt;/em&gt;&lt;em&gt;sekali pengukuran diperlukan untuk mengetahui status fungsional pada awal suatu program &lt;/em&gt;&lt;em&gt;karena menjadi dasar saat evaluasi berikutnya. Setiap negara/ras dianjurkan membuat nilainya &lt;/em&gt;&lt;em&gt;masing-masing.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Metode:&lt;/strong&gt; Penelitian dilakukan pada subyek sehat (tidak memiliki gangguan kardio respirasi, &lt;/em&gt;&lt;em&gt;muskuloskeletal, dan &lt;/em&gt;&lt;em&gt;neuromuskular), sedenter, berusia 18-50 tahun, etnis Indonesia (ras Mongoloid). Data yang diambil yaitu tinggi badan, berat badan, dan jarak tempuh yang dihasilkandari &lt;/em&gt;&lt;em&gt;6MWT. Nilai prediksi jarak tempuh berdasarkan gender diperoleh dengan mengkalkulasikan &lt;/em&gt;&lt;em&gt;jarak tempuh, berat badan, tinggi badan, gender, dan usia subyek pada rumus prediksi jarak &lt;/em&gt;&lt;em&gt;tempuh Nury. Data dianalisis menggunakan SPSS 20, menggunakan uji T tidak berpasangan.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Hasil:&lt;/strong&gt; Sebanyak 123 subyek (58 laki-laki, 65 perempuan) disertakan dalam penelitian ini. Rerata &lt;/em&gt;&lt;em&gt;prediksi jarak tempuh pada subyek laki-laki yaitu 581,98 meter, sedangkan rerata pada subyek &lt;/em&gt;&lt;em&gt;perempuan yaitu 516,80 meter. Tampak perbedaan yang bermakna secara statistik. Hasil &lt;/em&gt;&lt;em&gt;persentase pada predik sijarak tempuh sesuai gender tidak didapatkan perbedaan bermakna &lt;/em&gt;&lt;em&gt;pada subyek laki-laki terhadap perempuan, yaitu 99,98%.Cut off pointjarak tempuh dibedakan &lt;/em&gt;&lt;em&gt;berdasarkan gender laki-laki dan perempuan dan dikategorikan menjadi kelompok normal,&lt;/em&gt;&lt;br&gt;&lt;em&gt;poor, dan very poor. Pada subyek laki-laki, jarak tempuh aktual dikategorikan normal bila lebih besar dari 483 &lt;/em&gt;&lt;em&gt;meter, poorbila 434-483 meter, very poor bila kurang dari 434 meter. Pada subyek perempuan, jarak tempuh &lt;/em&gt;&lt;em&gt;aktual dikategorikan normal bila lebih besar dari 442 meter, poor bila 405 meter – 442 meter, very poor bila kurang dari 405 &lt;/em&gt;&lt;em&gt;meter. Cut off point persentase terhadap nilai prediksi jarak tempuh, tidak dibedakan pada &lt;/em&gt;&lt;em&gt;subyek laki-laki dan perempuan, dan terbagi atas tiga kelompok, yaitu normal, poor, dan very &lt;/em&gt;&lt;em&gt;poor. Persentase normal yaitu lebih besar dari 85%, poor yaitu 77% - 85%, very poor yaitu kurang dari 77%.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan:&lt;/strong&gt; Terdapat cut off point yang berbeda untuk jarak tempuh subyek laki-laki dan &lt;/em&gt;&lt;em&gt;perempuan. Cut off point persentase terhadap nilai prediksi jarak tempuh tidak dibedakan pada &lt;/em&gt;&lt;em&gt;subyek laki-laki maupun perempuan.&lt;/em&gt;&lt;/p&#38;gt;}, number={8}, journal={Majalah Kedokteran Indonesia}, author={Nusdwinuringtyas, Nury}, year={2019}, month={Sep}, pages={389-394} }