@article{Saraswati_Hustrini_Purnama_2022, title={Keterbatasan Metode Diagnostik Patologi Anatomik dalam bidang Transplantasi Ginjal di Indonesia}, volume={72}, url={https://mki-ojs.idijawatimur.org/jurnal/article/view/879}, DOI={10.47830/jinma-vol.72.4-2022-879}, abstractNote={&lt;p&gt;&lt;em&gt;Penyakit ginjal kronis (PGK) merupa-kan masalah kesehatan global karena jumlah penderita yang terus meningkat. Menurut studi Global Burden of Disease tahun 2018, penyakit ginjal kronis menduduki urutan ke-12 sebagai penyebab kematian.&lt;sup&gt;1&lt;/sup&gt; Berdasarkan data dari Riskesdas tahun 2018, prevalensi penyakit ginjal kronik di Indonesia adalah 1,8-6,4 kasus per 1000 penduduk, meningkat dibandingkan tahun 2013 yang mencapai 2,0 kasus per 1000 penduduk.&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; Sedangkan, data Indonesian Renal Registry tahun 2018 menun-jukkan bahwa kasus penyakit ginjal kronik stadium akhir semakin meningkat tiap tahun, yaitu menjadi 66 433 kasus baru yang men-jalani hemodialisis dan 132 142 kasus pasien aktif menjalani hemodialisis.&lt;sup&gt;3&lt;/sup&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&#38;gt;}, number={4}, journal={Majalah Kedokteran Indonesia}, author={Saraswati, Meilania and Hustrini, Ni Made and Purnama, Yoel}, year={2022}, month={Okt}, pages={151 - 156} }