@article{Fegita_Yanti_2020, title={Kembar Siam (Dicephalus Parapagus Dibrachius)}, volume={68}, url={https://mki-ojs.idijawatimur.org/jurnal/article/view/215}, DOI={10.47830/jinma-vol.68.10-2018-215}, abstractNote={&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pendahuluan:&lt;/strong&gt; Kembar siam merupakan salah satu bentuk kecacatan kongenital yang cukup menyita perhatian dunia medis. Sekitar 75 % dari kembar siam adalah wanita dan 70% dari kembar siam itu berdempet di dada (thorachophagus) atau abdomen (omphalophagus). Kembar siam dapat dibagi menjadi 2 kategori besar, yaitu kembar siam simetris dan kembar siam asimetris. Semakin lama pemisahan secara embriologi berlangsung, semakin rumit kembar siam yang akan terjadi.&lt;/em&gt;&lt;br&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Laporan Kasus:&lt;/strong&gt; Seorang pasien wanita, umur 31 tahun, masuk KR Kebidanan RSUP M.Djamil Padang tanggal 28 Agustus 2017 jam 11.00 WIB kiriman poliklinik Fetomaternal dengan diagnosis G4P3A0H3 gravid 31-32 minggu + Conjoined Twins (Dicephalus Parapagus Dibrachius) + Polihidramnion.&lt;/em&gt;&lt;br&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan:&lt;/strong&gt; Kehamilan multifetus merupakan kehamilan resiko tinggi karena akan meningkatkan morbiditas dan mortalitas maternal dan perinatal. Pada kasus kehamilan multifetus dengan kembar siam/conjoined twins, penatalaksanaan multidisiplin dengan melibatkan departemen-departemen yang terkait perlu dilakukan untuk prognosis yang lebih baik bagi ibu dan janin.&lt;/em&gt;&lt;/p&#38;gt;}, number={10}, journal={Majalah Kedokteran Indonesia}, author={Fegita, Primadella and Yanti, Roza Sri}, year={2020}, month={Apr}, pages={439-442} }