@article{Kristiawan_Lie_Yudiarto_2022, title={Karakteristik Penyakit Serebrovaskular Akut Pada Pasien COVID-19 Di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus}, volume={72}, url={https://mki-ojs.idijawatimur.org/jurnal/article/view/734}, DOI={10.47830/jinma-vol.72.3-2022-734}, abstractNote={&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pendahuluan&lt;/strong&gt;: Sejumlah penelitian melaporkan pada penderita Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) selain bermanifestasi pada kelainan di saluran napas dapat juga menyebabkan beberapa manifestasi neurologi, termasuk penyakit serebrovaskular akut. Penyakit serebovaskular akut pada COVID-19 dikaitkan dengan manifestasi dan keluaran yang lebih buruk oleh karena itu dari studi ini Penuis ingin mempelajari karakteristik penyakit serebrovaskular akut pada pasien COVID-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari karakteristik penyakit serebrovaskular akut pada pasien COVID-19. &lt;/em&gt;&lt;br&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Metode&lt;/strong&gt;: Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif observasional senter tunggal dengan peninjauan rekam medis elektronik maupun fisik pasien konfirmasi COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus periode 1 Maret 2020 hingga 31 Maret 2021. Data-data yang diambil kemudian akan diuji statistik dengan uji uji χ2 dan Kolmogorov-Smirnov untuk variabel kategorik dan uji Mann-Whitney untuk variabel numerik. &lt;/em&gt;&lt;br&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Hasil&lt;/strong&gt;: Dari 1053 kasus pasien konfirmasi COVID-19 yang diteliti terdapat 50(4.7%) kasus penyakit serebrovaskular akut. Pada pasien dengan penyakit serebrovaskular akut memiliki umur yang lebih tua (57.5 (34-78) tahun vs 52 (1-88), p=0.02), memiliki komorbid hipertensi (39(78%) vs 357(35.5%), p lebih kecil dari 0.01), diabetes 31(62%) vs 383(38.2%), p=0.01), dan penyakit serebrovaskular sebelumnya yang lebih tinggi (11(22%) vs 8(0.8%), p=0.028), manifestasi klinis yang lebih berat (32(64%) vs 379(37.8%, p lebih kecil dari 0.01), dan keluaran yang lebih buruk (22(44%) vs 218(21.7%), p=0.01). &lt;/em&gt;&lt;br&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan&lt;/strong&gt;: Penyakit serebrovaskular pada penderita COVID-19 memiliki manifestasi klinis dan keluaran yang lebih buruk, sehingga manajemen klinis pada pasien ini sebaiknya dilakukan dengan lebih berhati-hati.&lt;/em&gt;&lt;/p&#38;gt;}, number={3}, journal={Majalah Kedokteran Indonesia}, author={Kristiawan, Ivan Agusta Dwi and Lie, Milka Ardena Lianto and Yudiarto, Fenny Lanawati}, year={2022}, month={Agu}, pages={116 - 123} }