@article{Andriani_2020, title={Karakteristik Anak Berkebutuhan Khusus di Klinik Tumbuh Kembang Pelangi Kasih, Pontianak, Tahun 2013-2017}, volume={69}, url={https://mki-ojs.idijawatimur.org/jurnal/article/view/193}, DOI={10.47830/jinma-vol.69.6-2019-193}, abstractNote={&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Tujuan :&lt;/strong&gt; Mengetahui gambaran karakteristik anak berkebutuhan khusus yang datang ke klinik Tumbuh Kembang Pelangi Kasih, Pontianak, tahun 2013 – 2017.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Metode :&lt;/strong&gt; Penelitian deskriptif, potong lintang, dengan penelusuran data rekam medis anak berkebutuhan khusus yang konsultasi ke Klinik Tumbuh Kembang Pelangi Kasih pada tahun 2013 hingga 2017.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Hasil :&lt;/strong&gt; Didapatkan total 302 data rekam medis lengkap, 212 anak laki-laki. Anak yang paling banyak dibawa konsultasi adalah anak urutan pertama sebanyak 195 anak. Kekuatiran orang tua terhadap perkembangan anaknya rata-rata dimulai di usia 1 tahun 9 bulan. Keterlambatan konsultasi terjadi sekitar 1 tahun 5 bulan. Anak banyak dibawa orang tua untuk konsultasi perkembangan atas inisiatif sendiri dan rujukan keluarga/teman sebesar 64,9%, jauh lebih tinggi dibandingkan rujukan tenaga professional (dokter, guru, dan dokter anak). Keluhan utama terutama adalah keterlambatan bicara, sebesar 80,8%. Lebih banyak anak yang tidak memiliki faktor risiko gangguan perkembangan (64,6%). Sebagian besar anak memiliki status gizi normal dengan lingkar kepala normal.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan :&lt;/strong&gt; Perlu adanya skrining perkembangan rutin untuk meningkatkan kesadaran terhadap gangguan perkembangan pada bayi, terutama pelatihan untuk meningkatkan kemampuan tenaga profesional dalam deteksi dini gangguan perkembangan pada bayi dan anak.&lt;/em&gt;&lt;/p&#38;gt;}, number={6}, journal={Majalah Kedokteran Indonesia}, author={Andriani, Rini}, year={2020}, month={Mar}, pages={218-224} }