@article{Kurniawati_Wardhani_Rochmah_Sulistiawati_2021, title={Hubungan antara Skor Beighton dan Usia Berjalan pada Anak}, volume={71}, url={https://mki-ojs.idijawatimur.org/jurnal/article/view/355}, DOI={10.47830/jinma-vol.71.1-2021-355}, abstractNote={&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pendahuluan&lt;/strong&gt;: Sejumlah penelitian menyatakan bahwa kondisi hipermobilitas sendi cukup sering ditemukan pada usia anak-anak. Secara umum, kondisi hipermobilitas sendi dinilai dengan metode skor Beighton. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara skor beighton dan usia berjalan pada anak. &lt;/em&gt;&lt;br&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Metode&lt;/strong&gt;: Penelitian ini dilaksanakan pada sebuah taman kanak-kanak di Surabaya menggunakan jenis penelitian analitik observasional dan desain cross-sectional. Pengambilan data melalui wawancara dan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan hipermobilitas sendi dilakukan dengan kriteria skor Beighton. Data dianalisis menggunakan metode cross tabulation dan tes korelasi Spearman.&lt;/em&gt;&lt;br&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Hasil&lt;/strong&gt;: Seratus anak mengikuti penelitian ini. Ditemukan 84% anak memiliki skor ≥4 pada skor Beighton dan terdapat 92% dengan skor Beighton positif pada sendi lutut. Dalam penelitian ini didapatkan sebanyak 20 anak memiliki usia jalan pertama lebih dari 18 bulan dan 18 orang memiliki skor ≥4 pada skor Beighton. Namun tidak ditemukan hubungan antara skor Beighton dan usia berjalan [sig. (2-tailed) = 0.053].&lt;/em&gt;&lt;br&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kesimpulan&lt;/strong&gt;: Anak-anak dengan skor Beighton ≥4 banyak dijumpai pada penelitian ini. Hubungan antara skor Beighton dan usia berjalan tidak bermakna secara statistik.&lt;/em&gt;&lt;/p&#38;gt;}, number={1}, journal={Majalah Kedokteran Indonesia}, author={Kurniawati, Lavenia and Wardhani, Indrayuni Lukitra and Rochmah, Nur and Sulistiawati, Sulistiawati}, year={2021}, month={Apr}, pages={5-10} }