@article{Adi Putra_Nurwidya_2026, title={Deteksi Hipertensi Paru pada Penyakit Paru Kronik: Tinjauan Pustaka }, volume={76}, url={https://mki-ojs.idijawatimur.org/jurnal/article/view/2036}, DOI={10.47830/jinma-vol.76.1-2026-2036}, abstractNote={&lt;p&gt;&lt;em&gt;Hipertensi pulmoner (HP) kerap menyertai ILD dan PPOK serta berdampak pada kapasitas fungsional dan prognosis, sehingga penapisan dini menjadi penting secara klinis. Bukti tidak invasif menunjukkan pendekatan multimodal saling melengkapi. DLCO konsisten berkorelasi dengan keberadaan dan risiko HP, terutama saat penurunannya tidak sebanding terhadap FVC atau FEV1 maupun ketika dievaluasi sebagai rasio FVC/DLCO atau FEV1/DLCO. Pada HRCT, pembesaran arteri pulmoner utama dan rasio arteri pulmoner terhadap aorta asendens menambah nilai diagnostik, dengan interpretasi yang harus mempertimbangkan perubahan parenkim. Penanda hayati (mis. peptida natriuretik) meningkatkan kemampuan rule- out, sedangkan ekokardiografi, derajat desaturasi, dan pemulihan denyut jantung pada uji jalan enam menit memperkuat probabilitas klinis. Meskipun kateterisasi jantung kanan tetap baku emas untuk diagnosis, integrasi DLCO, metrik HRCT, dan ekokardiografi memberikan jalur praktis untuk penapisan, stratifikasi risiko, serta penentuan kebutuhan rujukan konfirmasi hemodinamik dan tatalaksana selanjutnya.&lt;/em&gt;&lt;/p&#38;gt;}, number={1}, journal={Majalah Kedokteran Indonesia}, author={Adi Putra, Muhammad Ryan and Nurwidya, Fariz}, year={2026}, month={Jun}, pages={44 - 53} }